Kamis, 07 April 2011

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM KERJA IPKJI

VISI : IPKJI menjadi corong suara perawat jiwa se-Indonesia dan berkomitmen untuk mengembangkan keperawatan kesehatan jiwa secara profesional

MISI:
1. Mengembangkan kepemimpinan dan manajemen dalam organisasi untuk mencapai tata pamong yang baik dan jejaring yang kuat secara berjenjang(tingkat pusat,Propinsi, Kabupaten/Kota)
2. Meningkatkan pemberian pelayanan keperawatan jiwa yang profesional, aman, kompeten, legal , etis dan peka budaya untuk masyarakat
3. Menfasilitasi pencapaian perawat jiwa untuk mengikuti standar regional dan internasional
4. Mengembangkan jejaring organisasi, pendidikan dan pelayanan tingkat nasional, regional dan Internasional di bidang kesehatan jiwa
5. Mengembangkan sicial marketing




PENGURUS WILAYAH
 IKATAN PERAWAT KESEHATAN JIWA INDONESIA (IPKJI)
PROVINSI RIAU PERIODE 2007—2012
Sekretariat : Rumah Sakit Jiwa Tampan provinsi Riau. Jl. HR. Soebrantas Km 12,5
Pekanbaru. Telp. 0761-63240. Fax : 0761—63239


A. Ketua      : Ns. Syaparuddin Daud, S. Kep. MM
B. Wakil Ketua I    : Nasrul Syah, SKM
C. Wakil Ketua II    : Ns. Veny Elita, S. Kep
D. Sekretaris      : Ns. Triswan Simatupang, S. Kep
E. Wakil Sekretaris I    : Ns. Emulyani, S. Kep
F. Wakil Sekretaris II    : Ns. Rajunitrigo, S. Kep
G. Bendahara      : Ns. Fitri Erlin, S. Kep
H. Wakil Bendahara    : Fatimah, S.Kep
I. Sub Bidang    :
  1.Sub bidang Organisasi
     Koordinator    : Ns. Rosdiar, S. Kep
     Anggota    : Ns. Awaluddin, S. Kep
          Mujiburrahman, SKM
          Sahalis, SKM
          Ns, Adelina, S. Kep
          Nurlaila, AMK
  2. Sub Bidang Pelayanan Keperawatan Kesehatan Jiwa
      Koordinator    : Ns, Zaibah, S. Kep
      Anggota    : Renta Tampubolon, AMK
         Ns. Nina Anwar, S. Kep
         Ns. Enita, S. Kep
         Tiomarlina purba, AMK
  3. Sub Bidang Pendidikan dan Pelatihan
      Koordinator    : Ns. Sri Wahyuni, S. Kep
      Anggota    : Ns. Erna Marni, S. Kep
         Ns. Afriza, S. Kep
         Ns. Ardenny, S. Kep
         Ns. Bri Novrika, S. Kep
         Ns. Yeni Juwita, S. Kep
  4. Sub Bidang Kesejahteraan
      Koordinator    : Ns. Dahniar, S. Kep
      Anggota    : Fitri, S.Kep
        : Ns, Elfiza, S.Kep
         Aina Nawawi, AMK
         Almulyani, AMK 
         Puji Astuti, AMK



Pekanbaru, 26 Agustus 2010
Ketua                                                                                                            Sekretaris,


Ns, Syaparuddin Daud, S. Kep.,MM                                                 Ns. Triswan Simatupang, S. Kep     












Sabtu, 02 April 2011

IPKJI PROVINSI RIAU

Tujuan OrganisasiIPKJI:
1. Memantapkan persatuan dan kesatuan yang kokoh antar perawat kesehatan jiwa
2. Meningkatkan profesionalisme perawat kesehatan jiwa
3. Mengembangkan karir, prestasi kerja dan peningkatan kesejahteraan bagi perawat kesehatan jiwa
4. Memberikan Advokasi dalam menggunakan hak praktik mandiri dan hokum
5. Menjalin kerjasama dengan organisasi,institusi dan lembaga lain, baik didalam atau diluar negri
 

SIAPA YANG MENJADI ANGGOTA IPKJI ?


     Saya dinas dirumah sakit jiwa, tapi saya bukan lulusan SPKSJ atau Akper Jiwa apakah saya termasuk anggota IPKJI….?
     Sebuah organisasi dimana saja mempunyai prasyarat untuk menjadi anggota begitu juga dengan IPKJI. Persyaratan Anggota IPKJI berdasarkan AD/ART IPKJI  yang ditetapkan di Magelang pada tahun 2006 adalah
1. Anggota Biasa
A. Warga Negara Indonesia
B. Lulus pendidikan formal dibidang keperawatan yang telah disahkan oleh pemerintah dan telah mengikuti pelatihan keperawatan kesehatan jiwa
C. Menyatan diri untuk menjadi anggota IPKJI melalui proses pendaftaran anggota pada pengurus kabupaten/Kota dan bersedia mematuhi AD/ART IPKJI
D. Bersddia aktif mengikuti kegiatan organisasi yang dilaksanakan IPKJI
II. Anggota Kehormatan
     Seseorang diluar profesi keperawatan kesehatan jiwa yang dinilai telah berjasa terhadap organisasi IPKJI yang telah ditetapkan oleh Pengurus besar IPKJI, atas usulan Pengurus wilayah dan atau pengurus cabang.

    Jadi dengan keterangan diatas jelas bahwa perawat Rumah Sakit Jiwa Tampan yang telah mengikuti pelatihan keperawatan kesehatan jiwa seyogyanya juga merupakan anggota IPKJI.




Kamis, 24 Maret 2011

HASRAT UNTUK BERUBAH


HASRAT UNTUK BERUBAH
Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal,
Aku bermimpi ingin mengubah dunia,
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,
Kudapati bahwa dunia tak kunjung berubah,
Maka cita-cita itupun agak kupersempit,
Lalu kuputuskan hanya untuk mengubah negriku,
Namun tampaknya hasrat itupun tiada hasil,
Tatkala usiaku makin senja,
Dengan semangatku yang masih tersisa,
Kuputuskan untuk mengubah keluargaku,
Orang-orang yang paling dekat denganku
Sayangnya, merekapun tak mau diubah
Kini, sementara aku berbaring menunggu ajal menjelang,
Tiba-tiba kusadari,
Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku,
Maka dengan menjadikan diriku sebagai teladan,
Mungkin aku bisa mengubah keluargaku,
Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, bisa jadi akupun bisa memperbaiki negriku
Kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa mengubah dunia.

Tulisan disebuah makam di Westminster Abbey, 1100 M



Kesulitan dan kesenangan hidup lebih banyak dikondisikan oleh pikiran kita ketimbang kenyataan objektif.
Tidak ada sesuatu yang dapat menimbulkan masalah bagi kita kecuali kita sendiri yang menginginkannya.
Tidak ada orang yang dapat menyakiti atau membahagiakan kita kecuali atas izin kita sendiri.
Musuh yang sesungguhnya tidak ada, yang ada hanyalah musuh yang diciptakan oleh pikiran kita. Stress dan depresi terjadi karena tanggapan kita terhadap sebuah peristiwa, karena conditionong kita atas pikiran, bukan karena peristiwa itu sendiri.
Jika kita berkuasa atas pikiran kita, tak satu halpun dapat menjadi raja atas diri kita selain diri kita sendiri.
Bila kita tidak berhasil menjadi raja atas pikiran kita, akibatnya semua hal diluar dirikita mengendalikan semua aktivitas hidup kita, kita akan menjadi budak dari kejadian-kejadian.
Cognitive setting ( isi pikiran ) akan membentuk mental setting ( Kepribadian).
Dunia dan orang sekitar kita adalah sebagaimana adanya, pikiran kitalah yang membuat mereka berbeda-beda.
Bila isi pikiran kita jelek, maka itu bagaikan kendi emas yang berisi air kotor, sekalipun wadahnya terbuat dari emas, tetapi air yang dikeluarkan adalah air kotor.