Jumat, 07 Desember 2012

FOTO KUNJUNGAN KE RS.SOEHATO HEERDJAN

Tanggal 21 - 23 November 2012 Ns. Rosdiar, S. Kep selaku Ketua Komite Keperawatan dan Ns Zaibah, S. Kep selaku Kasie Keperawatan Jiwa, di beri kepercayaan untuk melakukan kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi pelayanan kesehatan jiwa ke RS. Soehato Heerdjan (RSSH) Jakarta. Adapun Tujuan kunjungan adalah untuk melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok di ruang rawat Inap dan Ruang Rehabilitasi RSSH .Selain itu juga untuk melihat dan mempelajari proses kegiatan Konsultasi Keperawatan Jiwa di Polyklinik. Juga sistim penganggaran dan klaim untuk kegiatan tersebut.
Selama kunjungan kami ditemani oleh Kasi Rawat Inap RSSH Ibu Carolin.
foto di ruang musik rehabilitasi

Ruang Salon

Lobby Rehabilitasi







Terapi Kelompok dipimpin oleh OT



wawancara dengan perawat di ruang Konsultasi Keperawatan Jiwa Polyklinik RSSH

Nich dia ....meja khusus untuk perawat

Wah....gak kelihatan...itu dibelakang ada tulisan khusus layanan konsultasi keperawatan jiwa lho....

dan ada pola tarif untuk konsultasi keperawatan jiwa....Rp. 57.000/konsultasi....gak kelihatan ya....

Sebelum pulang foto dulu di depan Rumah Sakit Soeharto Heerdjan...,.trims ya bu Carol....udah bawa kita keliling....








Kamis, 06 Desember 2012

Pda Konas IX di Lombok NTB(22-24 Nov 2012), RSJ Tampan  mempresentasikan pengembangan pelayanan keperawatan yang sudah dilaksanakan di RSJ. Laporan hasil Pengembangan CMHN di Prop. Riau dan pengembangan layanan UPIP .
Selain itu pada Akhir acara utusan Riau berkampanye untuk menjadi tuan rumah pada Konas ke XI. Perolehan suara sangat luar biasa dari 200 peserta , Riau berhasil mendapatkan 169 suara, yang artinya Riau harus segera mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Konas   Keperawatan Jiwa tahun 2014.
bagaimana teman-teman....2 tahun bukan waktu yang panjang....., karena kegiatan ini perlu persiapan yang matang, kerja keras danlain-lain....OK...Semangat...

Minggu, 24 Juni 2012

 TERAPI KEJANG LISTRIK


Nn. A sudah 2 minggu dirawat. Wajahnya masih tampak sedih, tidak mau bicara, malas bersosialisasi dengan orang lain, banyak tidur, kadang- kadang menolak makan dan minum obat. Terapi obat-obatan tidak membuat Nn. A untuk tersenyum atau bicara. Dengan pertimbangan yang matang, pemeriksaan fisik dan konsultasi dengan dengan dokter spesialis penyakit dalam akhirnya psikiater memutuskan untuk melakukan Terapi Kejang Listrik atau dikenal dengan Elektro Konvulsive Therapy (ECT).
Alhamdulillah satu kali ECT, kondisi Nn. A mengalami perubahan yang signifikan. Nn. A mulai mau bicara, minta minum pada perawat, bisa tersenyum dan mengatakan mau mandi. ECT kedua, Nn. A mulai  minta mukena mau sholat, makan dan mau minum obat. ECT ketiga klien sudah mau bersosialisasi dengan klien lain dan mau melakukan aktifitas di ruangan.

Apa itu ECT
Elektro Konvulsif Terapi (ECT) adalah salah satu pengobatan fisik dengan menggunakan arus listrik melalui elektroda dengan voltase diatur dari tingkat terendah yang akan menghasilkan efek terapi.
Indikasi Dilakukannya ECT
ECT boleh diberikan kepada pasien dengan :
-  Depresi berat: termasuk depresi involutif (pd usia lanjut)
-   Gangguan bipolar
-   Schizophrenia , terutama :
Tipe katatonik
Tipe schizoafektif Akut