Kamis, 21 April 2011

FUNGSI PENGARAHAN DI RUANG MPKP

Di ruangan MPKP pengarahan diterapkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Menciptakan budaya motivasi
2. Manajemen waktu: Rencana Harian
3. Komunikasi efektif, melalui kegiatan:
    Operan antar shift
    Pre conference tim
    Post conference tim
4. Manajemen konflik
5. Pendelegasian dan supervisi 
Penerapan Komunikasi di MPKP
Beberapa bentuk komunikasi di ruang MPKP

  1. a.       Operan yaitu komunikasi dan serah terima antara shift pagi, sore dan malam. Operan dari dinas malam ke dinas pagi dan dari dinas pagi ke dinas sore dipimpin oleh kepala ruangan , sedangkan operan dari dinas sore ke dinas malam dipimpin oleh penanggung jawab shift sore.
    b.      Pre Conference yaitu komunikasi katim dan perawat pelaksana setelah selesai operan untuk rencana kegiatan pada shift tersebut yang dipimpin oleh Katim atau Pj Tim. Jika  yang dinas pada tim tersebut  hanya satu orang, maka pre conference ditiadakan. Isi pre conference adalah rencana tiap perawat (rencana harian), dan tambahan rencana dari Katim atau PJ tim.
    c.       Post Conference yaitu komunikasi Katim dan Perawat Pelaksana tentang hasil kegiatan sepanjang shift dan sebelum operan kepada shift berikut. Isi post conference adalah: hasil Askep tiap perawat dan hal penting untuk operan (tindak lanjut). Post conference dipimpin oleh Katim atau PJ tim.
    Pedoman Operan antar Shift
    Waktu Kegiatan          : Awal pergantian shift (pukul 07.30, 14.00, 21.00)
    Tempat                       : Nursing Station/Kantor Perawat
    Penanggung Jawab      : Kepala Ruangan/PJ Shift
    Kegiatan :
    1.      Karu/Pj shift membuka acara dengan salam
    2.      PJ shift  yang mengoperkan menyampaikan:
    a.       Kondisi/keadaan pasien: Dx keperawatan, Tuk yang sudah dicapai, tindakan yang sudah dilaksanakan, hasil asuhan
    b.      Tindak lanjut untuk shift berikutnya
    3.      Perawat shift berikutnya mengklarifikasi penjelasan yang sudah disampaikan
    4.      Karu memimpin ronde ke kamar pasien
    5.      Karu merangkum informasi operan, memberikan saran tindak lanjut
    6.      Karu memimpin doa bersama dan menutup acara
    7.      Bersalaman

Sabtu, 16 April 2011

HASIL AUDIT DOKUMENTASI

Audit  Dokumentasi Proses Keperawatan
di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Tampan Propinsi Riau
Periode Januari 2011 s/d Februari 2011




No
Aspek yang dinilai
Presentase
1
Pengkajian
72,22  %
2
Diagnosa
77,33 %
3
Perencanaan
52,75 %
4
Tindakan / Implementasi
75,44 %
5
Evaluasi
62,50 %
6
Catatan Keperawatan
74,16 %

Rata-rata
69 %







Kamis, 07 April 2011

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM KERJA IPKJI

VISI : IPKJI menjadi corong suara perawat jiwa se-Indonesia dan berkomitmen untuk mengembangkan keperawatan kesehatan jiwa secara profesional

MISI:
1. Mengembangkan kepemimpinan dan manajemen dalam organisasi untuk mencapai tata pamong yang baik dan jejaring yang kuat secara berjenjang(tingkat pusat,Propinsi, Kabupaten/Kota)
2. Meningkatkan pemberian pelayanan keperawatan jiwa yang profesional, aman, kompeten, legal , etis dan peka budaya untuk masyarakat
3. Menfasilitasi pencapaian perawat jiwa untuk mengikuti standar regional dan internasional
4. Mengembangkan jejaring organisasi, pendidikan dan pelayanan tingkat nasional, regional dan Internasional di bidang kesehatan jiwa
5. Mengembangkan sicial marketing




PENGURUS WILAYAH
 IKATAN PERAWAT KESEHATAN JIWA INDONESIA (IPKJI)
PROVINSI RIAU PERIODE 2007—2012
Sekretariat : Rumah Sakit Jiwa Tampan provinsi Riau. Jl. HR. Soebrantas Km 12,5
Pekanbaru. Telp. 0761-63240. Fax : 0761—63239


A. Ketua      : Ns. Syaparuddin Daud, S. Kep. MM
B. Wakil Ketua I    : Nasrul Syah, SKM
C. Wakil Ketua II    : Ns. Veny Elita, S. Kep
D. Sekretaris      : Ns. Triswan Simatupang, S. Kep
E. Wakil Sekretaris I    : Ns. Emulyani, S. Kep
F. Wakil Sekretaris II    : Ns. Rajunitrigo, S. Kep
G. Bendahara      : Ns. Fitri Erlin, S. Kep
H. Wakil Bendahara    : Fatimah, S.Kep
I. Sub Bidang    :
  1.Sub bidang Organisasi
     Koordinator    : Ns. Rosdiar, S. Kep
     Anggota    : Ns. Awaluddin, S. Kep
          Mujiburrahman, SKM
          Sahalis, SKM
          Ns, Adelina, S. Kep
          Nurlaila, AMK
  2. Sub Bidang Pelayanan Keperawatan Kesehatan Jiwa
      Koordinator    : Ns, Zaibah, S. Kep
      Anggota    : Renta Tampubolon, AMK
         Ns. Nina Anwar, S. Kep
         Ns. Enita, S. Kep
         Tiomarlina purba, AMK
  3. Sub Bidang Pendidikan dan Pelatihan
      Koordinator    : Ns. Sri Wahyuni, S. Kep
      Anggota    : Ns. Erna Marni, S. Kep
         Ns. Afriza, S. Kep
         Ns. Ardenny, S. Kep
         Ns. Bri Novrika, S. Kep
         Ns. Yeni Juwita, S. Kep
  4. Sub Bidang Kesejahteraan
      Koordinator    : Ns. Dahniar, S. Kep
      Anggota    : Fitri, S.Kep
        : Ns, Elfiza, S.Kep
         Aina Nawawi, AMK
         Almulyani, AMK 
         Puji Astuti, AMK



Pekanbaru, 26 Agustus 2010
Ketua                                                                                                            Sekretaris,


Ns, Syaparuddin Daud, S. Kep.,MM                                                 Ns. Triswan Simatupang, S. Kep     












Sabtu, 02 April 2011

IPKJI PROVINSI RIAU

Tujuan OrganisasiIPKJI:
1. Memantapkan persatuan dan kesatuan yang kokoh antar perawat kesehatan jiwa
2. Meningkatkan profesionalisme perawat kesehatan jiwa
3. Mengembangkan karir, prestasi kerja dan peningkatan kesejahteraan bagi perawat kesehatan jiwa
4. Memberikan Advokasi dalam menggunakan hak praktik mandiri dan hokum
5. Menjalin kerjasama dengan organisasi,institusi dan lembaga lain, baik didalam atau diluar negri
 

SIAPA YANG MENJADI ANGGOTA IPKJI ?


     Saya dinas dirumah sakit jiwa, tapi saya bukan lulusan SPKSJ atau Akper Jiwa apakah saya termasuk anggota IPKJI….?
     Sebuah organisasi dimana saja mempunyai prasyarat untuk menjadi anggota begitu juga dengan IPKJI. Persyaratan Anggota IPKJI berdasarkan AD/ART IPKJI  yang ditetapkan di Magelang pada tahun 2006 adalah
1. Anggota Biasa
A. Warga Negara Indonesia
B. Lulus pendidikan formal dibidang keperawatan yang telah disahkan oleh pemerintah dan telah mengikuti pelatihan keperawatan kesehatan jiwa
C. Menyatan diri untuk menjadi anggota IPKJI melalui proses pendaftaran anggota pada pengurus kabupaten/Kota dan bersedia mematuhi AD/ART IPKJI
D. Bersddia aktif mengikuti kegiatan organisasi yang dilaksanakan IPKJI
II. Anggota Kehormatan
     Seseorang diluar profesi keperawatan kesehatan jiwa yang dinilai telah berjasa terhadap organisasi IPKJI yang telah ditetapkan oleh Pengurus besar IPKJI, atas usulan Pengurus wilayah dan atau pengurus cabang.

    Jadi dengan keterangan diatas jelas bahwa perawat Rumah Sakit Jiwa Tampan yang telah mengikuti pelatihan keperawatan kesehatan jiwa seyogyanya juga merupakan anggota IPKJI.